<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6379493854643424641</id><updated>2012-01-14T23:07:54.926-08:00</updated><title type='text'>Catatan Sang Pemelajar</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi catatan ringan tentang bagaimana memaknai hidup dan memberikan makna pada kehidupan. Tentu setiap coretan yang tersaji masih jauh dari kesempurnaan. Namun, berbekal keinginan untuk belajar memaknai hidup-lah yang membuat saya "keukeuh" untuk bereskpresi melalui blog ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://udisamanhudi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6379493854643424641/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://udisamanhudi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Udi Samanhudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16416391861108998702</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-8-7cusOLzJo/TjUwimqPMAI/AAAAAAAAAJk/Wxjzg3d8bsA/s220/PICT0262.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6379493854643424641.post-2855833766980648704</id><published>2011-08-22T20:36:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T20:41:53.129-07:00</updated><title type='text'>Menulislah Setiap Hari Walau Satu kalimat</title><content type='html'> &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, menulis nampaknya masih menjadi sebuah aktivitas yang sangat membosankan. Banyak dari kelompok ini menilai kegiatan menulis tak bermakna apapun kecuali memusingkan dan membuang-buang waktu. Sebagai alternatif, rutinitas seperti menonton TV, “window shopping” di mall, menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu luang. Parahnya, realitas semacam ini ternyata tidak hanya ditemui pada masyarakat (maaf) awam tetapi juga masyarakat akademis yang notabene tahu akan arti penting rutinitas menulis baik sebagai bagian dari tugas maupun sekedar menumpahkan rasa galau alias curhat problema hidup yang nampak semakin hari semakin komplek saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telaah, kegiatan menulis terbukti menyehatkan. Hernowo misalnya, meyakini bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan reflektif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan baik fisik maupun mental.  Mereka yang rajin menuangkan gagasan dan perasaan yang tengah dialami dalam bentuk tertulis, misalnya, umumnya  terhindar dari depresi yang selama ini diyakini bibit beragam penyakit seperti jantung, darah tinggi bahkan pikun. Hal ini terjadi karena kegiatan menulis memberikan kesempatan pada  otak untuk bekerja secara sistematis dan pada saat yang sama melakukan regenerasi sel baru dengan kegiatan berpikir yang berlangsung selama kegiatan menulis dilakukan. Dengan kata lain, menulis bisa dijadikan terapi kesehatan yang murah dan mudah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia akademis, kegiatan menulis harusnya dijadikan sebuah kebutuhan. Dosen, guru, mahasiswa, siswa hendaknya  rutin melakukan kegiatan ini untuk mengasah keterampilan berpikir kritis sekaligus menjembatani proses transformasi ilmu pada khalayak. Bagi dosen, utamanya, kegiatan menulis menjadi sesuatu yang “sacral” karena tulisan yang diproduksi merupakan bendera keilmuan penegas citra diri sebagai guru sekaligus ilmuan. Rutinitas ini sekaligus akan menghindarkan kejadian tragis dalam dunia kademis –PLAGIARISME. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari sisihkan waktu untuk menulis, merangkai kata dan membangun makna lewat tulisan-tulisan kita. Selain menyehatkan dan mencerdaskan, tulisan kita mungkin bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi diri dan bangsanya. Kalau sudah begini, amalan kitapun semakin bertambah, amin…insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6379493854643424641-2855833766980648704?l=udisamanhudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://udisamanhudi.blogspot.com/feeds/2855833766980648704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6379493854643424641&amp;postID=2855833766980648704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6379493854643424641/posts/default/2855833766980648704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6379493854643424641/posts/default/2855833766980648704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://udisamanhudi.blogspot.com/2011/08/menulislah-setiap-hari-walau-satu.html' title='Menulislah Setiap Hari Walau Satu kalimat'/><author><name>Udi Samanhudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16416391861108998702</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-8-7cusOLzJo/TjUwimqPMAI/AAAAAAAAAJk/Wxjzg3d8bsA/s220/PICT0262.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6379493854643424641.post-737084512572317572</id><published>2011-07-31T02:43:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T03:00:00.521-07:00</updated><title type='text'>Menggali Potensi Diri: Langkah Awal Menuju Keberhasilan Hidup?</title><content type='html'>Saya yakin, tidak ada satupun dari kita yang ingin menjadi pribadi yang gagal dalam kehidupan kita masing-masing. Semua dari kita tentu ingin menjadi pribadi yang tidak hanya mampu berkarya untuk kepuasan diri pribadi tetapi juga bagi orang lain di sekitar kita. Masalahnya, banyak dari kita yang nampak masih belum tahu jalan menuju keinginan tersebut. Semua seolah berhenti pada titik harapan semata tanpa upaya untuk menjadikannya sesuatu yang nyata. Pada  akhirnya kita dipaksa untuk hanya menjadi penonton sejati dari keberhasilan orang lain. Naudubilahimindzalik, semoga Anda dan saya tidak termasuk pada golongan tersebut, golongan manusia yang hanya bisa berharap tapi tidak tahu bagaimana berbuat untuk merealisasikan apa yang diharapkan-hope is nothing without action. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum saya bergaul dengan para penulis buku-buku motivasi, bapak saya dengan segala kesederhanaannya mengajari saya untuk melihat ke dalam diri dan menemukan sisi terbaik dalam diri saya. Mungkin ini bahasa sederhana dari apa yang kebanyakan orang katakan tentang “potensi diri”. Meski masih sulit dan harus terus belajar, dari sinilah saya “berangkat” mengarungi kehidupan dan dari sini pulalah saya mulai belajar menanamkan keyakinan akan kemampuan diri. Saya yakin, untuk mengarungi kehidupan, kita dibekali oleh Allah SWT sesuatu dalam diri yang bisa kita kembangkan dan abdikan. Inilah titipan Allah SWT yang mungkin bisa kita jadikan bekal dalam mengarungi kehidupan-belajar berbuat untuk diri sendiri dan orang lain dengan titipan potensi diri yang telah Allah wariskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, dari sini saya juga belajar bahwa menggali potensi diri secara maksimal bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan kita. Dan ini memang sulit. Tak heran jika penulis seperti I Gede Prama menulis banyak buku hanya untuk membimbing pembacanya melihat dan merefleksikan apa yang ada dalam diri masing-masing sebagai sumber kekuatan. Mungkin Anda pun sama dan saya yakin bisa melakukan hal yang serupa. Untuk bisa menjadi pribadi yang “mumpuni”, bisa kita awali dengan melihat apa yang “unik” dalam diri kita. Ini bisa kita lakukan dengan melakukan hal-hal positif yang kita sukai karena biasanya apa yang kita sukai itulah yang menjadi jalan hidup sekaligus jalan keberhasilan bagi kita. Anda yang saat ini suka dengan kegiatan olahraga tertentu, misalnya, tidak mustahil akan menjadi “exemplary figure” dalam bidang yang Anda geluti saat ini di masa yang akan datang. Semua akan sangat bergantung pada upaya Anda untuk terus meningkatkan valensi diri terutama pada bidang yang Anda minati tersebut.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda, siswa ataupun mahasiswa, belajar adalah kunci bagi Anda untuk mengukir masa depan yang gemilang, insya Allah. Keterampilan membaca secara kritis, misalnya, akan menjadi panduan dalam menggali sekaligus menyaring beragam informasi yang dibaca, dilihat dan didengar. Iqro, bacalah buku dan segala fenomena yang ada disekeliling sebagai bahan untuk menambah pengetahuan dan menajamkan keterampilan memaknai setiap hal. Maksimalkan potensi diri dan terus kembangkan dengan berbagai aktivitas yang tersedia di lingkungan kampus bisa menjadi cara untuk terus meningkatkan valensi diri. Selain itu, berdiskusi dengan “knowledgeable person” dapat memperkaya cakrawala untuk bekal di universitas kehidupan kelak.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, bermimpi untuk menjadi “orang besar” sah-sah saja bagi semua orang. Yang perlu kita ingat adalah “bergerak” dan terus berusaha untuk menemukan potensi diri dan mengembangkannya dengan maksimal. Seperti yang saya katakan di atas, mungkin ini bisa menjadi langkah awal untuk menjadi pribadi yang berhasil yaitu pribadi yang bermanfaat bagi sesama…selamat belajar menemukan potensi diri dan terus asah agar menjadi sebuah keterampilan yang bisa menjadi andalan dalam kehidupan kini dan nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6379493854643424641-737084512572317572?l=udisamanhudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://udisamanhudi.blogspot.com/feeds/737084512572317572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6379493854643424641&amp;postID=737084512572317572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6379493854643424641/posts/default/737084512572317572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6379493854643424641/posts/default/737084512572317572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://udisamanhudi.blogspot.com/2011/07/menggali-potensi-diri-langkah-awal.html' title='Menggali Potensi Diri: Langkah Awal Menuju Keberhasilan Hidup?'/><author><name>Udi Samanhudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16416391861108998702</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-8-7cusOLzJo/TjUwimqPMAI/AAAAAAAAAJk/Wxjzg3d8bsA/s220/PICT0262.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
